
𝐓𝐨𝐮𝐧𝐚, 𝐭𝐨𝐣𝐨𝐮𝐧𝐚𝐮𝐧𝐚.𝐠𝐨.𝐢𝐝 - Workshop evaluasi pengelolaan keuangan dan pembangunan desa di Kabupaten Tojo Una-Una yang digelar pada Selasa (28/04/2026) berlangsung penuh semangat kolaborasi. Mengusung tema “Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Muhidin Mohamad Said, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, unsur Forkopimda, serta Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah Agus Yulianto. Turut hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa se-Kabupaten Tojo Una-Una.
Dalam sambutannya, Bupati Ilham Lawidu menegaskan bahwa pengelolaan keuangan desa tidak cukup hanya tertib secara administratif, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah, sehingga kualitas tata kelola keuangan menjadi faktor krusial dalam mewujudkan kemandirian desa yang berkelanjutan.
“Pengelolaan keuangan desa harus dilakukan secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab. Namun yang paling penting adalah bagaimana anggaran tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ilham.
Ia menambahkan bahwa besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang maupun kebocoran anggaran.
“Negara telah memberikan kepercayaan melalui alokasi anggaran yang besar. Karena itu, kita wajib mengelolanya dengan baik, sesuai aturan, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Bupati Ilham juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah hingga pemerintah desa untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius, sehingga materi yang disampaikan dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan.
“Saya berharap seluruh peserta dapat menyimak dengan baik dan menjadikan workshop ini sebagai pedoman dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa yang lebih profesional,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti adanya kecenderungan pengurangan alokasi anggaran dari pemerintah pusat yang salah satunya dipicu oleh masih banyaknya praktik penyalahgunaan wewenang di berbagai daerah.
“Pemerintah pusat melihat masih adanya kebocoran anggaran. Kita tentu tidak ingin hal tersebut terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una. Karena itu, mari kita jaga integritas dan komitmen dalam mengelola keuangan desa,” ungkapnya.
Workshop ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga forum berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar desa dalam mengelola keuangan dan pembangunan. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas tata kelola desa yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong desa-desa agar semakin mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sehingga mampu menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sumber : PPID Dinas Kominfo Touna