
๐๐๐ค๐๐ซ๐ญ๐, ๐ญ๐จ๐ฃ๐จ๐ฎ๐ง๐๐ฎ๐ง๐.๐ ๐จ.๐ข๐ - Upaya menghadirkan listrik yang merata hingga ke pelosok negeri terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang digelar di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026. Proyek ini difokuskan pada pengurangan emisi sekaligus peningkatan keandalan pasokan listrik, khususnya di wilayah yang selama ini masih terbatas akses energinya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, para kepala daerah dari sejumlah kabupaten, perwakilan PT PLN (Persero) wilayah Sulawesi Tengah, serta pihak investor dan mitra dari PT Ace Energy Service bersama sejumlah perusahaan energi lainnya. Adapun kepala daerah yang turut hadir berasal dari Kabupaten Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Donggala, Morowali, Buol, dan Tolitoli.
Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj Surya Lapasiri menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan listrik masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dan desa terpencil. Menurutnya, kondisi geografis daerah yang terdiri dari daratan dan gugusan pulau membutuhkan solusi energi yang tepat dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, kehadiran pembangkit listrik tenaga surya menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara maksimal. Dengan tersedianya listrik yang lebih merata, aktivitas masyarakat di berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan dasar diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses energi berbasis energi baru terbarukan. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan meningkatkan kualitas layanan listrik di daerah dengan tingkat keandalan yang masih rendah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa investasi di sektor energi menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam mendukung transisi menuju energi bersih. Ia menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari visi โBerani Menyalaโ, yang menjadi simbol komitmen daerah dalam menghadirkan sumber energi berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, masuknya investasi di sektor energi menandai langkah besar bagi Sulawesi Tengah dalam memanfaatkan potensi energi baru terbarukan. Ia pun optimistis kerja sama ini dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok.
โKerja sama ini diharapkan berjalan dengan baik sehingga masyarakat di desa-desa terpencil dapat segera menikmati pasokan listrik di rumah mereka,โ ujarnya.
Program โBerani Menyalaโ diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong pemanfaatan energi bersih di Sulawesi Tengah. Lebih dari itu, program ini juga menjadi jawaban atas tantangan pemerataan listrik, dari kawasan perkotaan hingga pedesaan, dari wilayah daratan hingga pulau-pulau kecil, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat listrik secara adil dan berkelanjutan.